Kelemahan daya saing tourism di Indonesia ini disebabkan sytem pemerintah sekarang yang tidak jelas arah kebijakananya apalagi jaman era otonomi daerah yang kebablasan sebagai contoh :
bahwa promosi pariwisata tidak dijalankan sebagai mana mestinya tiap – tiap daerah tk I dan TK II membuat program promosi pariwisata sendiri – sendiri sehingga masing – masing daerah berlomba – lomba untuk promiosi ke luar negri dengan tidak mengetahui pasar mereka.
Seharusnya promosi tetap dilakukakn bersama – sama dengan pemerintah pusat dengan menggandeng pihak suwasta yaitu tour oeprator , apakah mungkin darai daerah pedalaman Papua atau kaliamantan langsung promosi kabupaten mereka di German , siapa yang dimana daerahnya bagaimana amencapainya kalau tidak bersama – sama dengan pihak operator , disinilah letak kesalahan menagement pemasaran kita , beda dengan Malaysia , atau thailand semua dikorrdinasi destinasi negara mereka masing – masing bukan kabupetn mereka masing – masing , setelah di Indonesia baru didstribusikan dengan kabupaten tentu menggandeng pihak operator daerah dan pusat .
jadi sekarang anggaran untuk promosi di daerah gede – gedean tapi hasilnya NOl tetapi mereka tidak peduli apa hasilnya nanti yang penting anggaran sudah jalan itu yang terhjadi sekarang.
jadi inilah kelemahan negara kita benar terlalu banyak wacana dan berprinsip anggaran berapa persen terserap hasilnya nol semua/
marilah teman – teman insan pariwisata kita korokin kuping kepala dinas , kepala dinas dan pemimpin daerah kita masing – masing .