<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Artikel Indonesia &#187; Pariwisata</title>
	<atom:link href="http://artikelindonesia.net/category/pariwisata/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://artikelindonesia.net</link>
	<description>Kumpulan artikel berbahasa Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 May 2012 06:50:25 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Indonesia Belajar Pariwisata Kerakyatan di Rumania</title>
		<link>http://artikelindonesia.net/pariwisata/indonesia-belajar-pariwisata-kerakyatan-di-rumania.html</link>
		<comments>http://artikelindonesia.net/pariwisata/indonesia-belajar-pariwisata-kerakyatan-di-rumania.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Mar 2010 04:40:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelindonesia.net/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[LONDON, KOMPAS.com &#8211; Indonesia yang tengah mengembangkan pariwisata kerakyatan sangat terkesan dengan semangat dan dukungan pemerintah Rumania dalam usaha pemberdayaan masyarakat.
Hal itu terungkap dalam acara jumpa pers yang menutup rangkaian kunjungan delegasi Kantor Kementerian Perekonomian ke Rumania sejak pekan lalu. Demikian disampaikan Sekretaris Tiga Ekonomi, KBRI Bucharest, Fattah Hardiwinangun, Selasa (17/11).
Asisten Deputi Bidang Pemberdayaan Industri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>LONDON, KOMPAS.com &#8211; Indonesia yang tengah mengembangkan pariwisata kerakyatan sangat terkesan dengan semangat dan dukungan pemerintah Rumania dalam usaha pemberdayaan masyarakat.<span id="more-172"></span></p>
<p>Hal itu terungkap dalam acara jumpa pers yang menutup rangkaian kunjungan delegasi Kantor Kementerian Perekonomian ke Rumania sejak pekan lalu. Demikian disampaikan Sekretaris Tiga Ekonomi, KBRI Bucharest, Fattah Hardiwinangun, Selasa (17/11).</p>
<p>Asisten Deputi Bidang Pemberdayaan Industri Pariwisata dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kementerian Koordinator Perekonomian Dr Hamdan mengatakan, saat ini Indonesia sedang mengembangkan usaha mikro melalui pemberdayaan industri pariwisata.</p>
<p>&#8220;Kami terkesan dengan semangat tinggi pemerintah Rumania dalam mendukung usaha-usaha pemberdayaan masyarakat yang disokong Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) seperti ’Fundatia ADEPT Transilvania’,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Selama di Rumania, Dr Hamdan dan KBRI Bucharest berdiskusi dengan sejumlah pihak seperti Kementerian UKM, Badan Penanaman Modal Asing Rumania (ARIS), dan Kementrian Pariwisata Rumania.</p>
<p>Bersama LSM ADEPT, Dr Hamdan juga mengunjungi beberapa lokasi proyek pengembangan pariwisata di kawasan Tarnava Mare, Transylvania yang berhasil mengembangkan industri pariwisatanya untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk lokal. &#8220;Strategi kami adalah bagaimana pengusaha lokal bisa bersaing di pasar global,&#8221; ujar Jim Turnbull, salah seorang pendiri Fundatia ADEPT.</p>
<p>Dikatakannya, pada awal 2006 mereka membawa sejumlah pengusaha selai dari Tarnava Mare untuk ikut pameran produk pangan di Turin, Italia.</p>
<p>Fundatia ADEPT, merupakan lembaga swadaya masyarakat yang berkiprah pada pengembangan agrikultur dan perlindungan lingkungan hidup.</p>
<p>Hamdan yakin, Indonesia juga memiliki daerah-daerah yang potensial untuk dikembangkan sebagai lokasi pariwisata berbasis ekonomi kerakyatan. Indonesia dan Rumania diharapkan dapat bekerja sama dalam pemberdayaan UKM sebagai bagian promosi pariwisata kedua negara.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelindonesia.net/pariwisata/indonesia-belajar-pariwisata-kerakyatan-di-rumania.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Daya Saing Turisme Indonesia Rendah</title>
		<link>http://artikelindonesia.net/pariwisata/daya-saing-turisme-indonesia-rendah-2.html</link>
		<comments>http://artikelindonesia.net/pariwisata/daya-saing-turisme-indonesia-rendah-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 06:55:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Natan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Turisme Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelindonesia.net/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Kelemahan daya saing tourism di Indonesia ini disebabkan sytem pemerintah sekarang yang tidak jelas arah kebijakananya apalagi jaman era otonomi daerah yang kebablasan sebagai contoh :
bahwa promosi pariwisata tidak dijalankan sebagai mana mestinya tiap &#8211; tiap daerah tk I dan TK II membuat program promosi pariwisata sendiri &#8211; sendiri sehingga masing &#8211; masing daerah berlomba [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kelemahan daya saing tourism di Indonesia ini disebabkan sytem pemerintah sekarang yang tidak jelas arah kebijakananya apalagi jaman era otonomi daerah yang kebablasan sebagai contoh :<br />
bahwa promosi pariwisata tidak dijalankan sebagai mana mestinya tiap &#8211; tiap daerah tk I dan TK II membuat program promosi pariwisata sendiri &#8211; sendiri sehingga masing &#8211; masing daerah berlomba &#8211; lomba untuk promiosi ke luar negri dengan tidak mengetahui pasar mereka.</p>
<p><span id="more-107"></span></p>
<p>Seharusnya promosi tetap dilakukakn bersama &#8211; sama dengan pemerintah pusat dengan menggandeng pihak suwasta yaitu tour oeprator , apakah mungkin darai daerah pedalaman Papua atau kaliamantan langsung promosi kabupaten mereka di German , siapa yang dimana  daerahnya bagaimana amencapainya kalau tidak bersama &#8211; sama dengan pihak operator , disinilah letak kesalahan menagement pemasaran kita , beda dengan Malaysia , atau thailand semua dikorrdinasi destinasi negara mereka masing &#8211; masing bukan kabupetn mereka masing &#8211; masing , setelah di Indonesia baru didstribusikan dengan kabupaten tentu menggandeng pihak operator daerah dan pusat .</p>
<p>jadi sekarang anggaran untuk promosi di daerah gede &#8211; gedean tapi hasilnya NOl  tetapi mereka tidak peduli apa hasilnya nanti yang penting anggaran sudah jalan itu yang terhjadi sekarang.</p>
<p>jadi inilah kelemahan negara kita benar terlalu banyak wacana dan berprinsip anggaran berapa persen terserap hasilnya nol semua/</p>
<p>marilah teman &#8211; teman insan pariwisata kita korokin kuping kepala dinas , kepala dinas dan pemimpin daerah kita masing &#8211; masing .</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelindonesia.net/pariwisata/daya-saing-turisme-indonesia-rendah-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Expatriate &#8220;Bali Sparing Partner&#8221; yang setia</title>
		<link>http://artikelindonesia.net/pariwisata/expatriate-bali-sparing-partner-yang-setia.html</link>
		<comments>http://artikelindonesia.net/pariwisata/expatriate-bali-sparing-partner-yang-setia.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 03:32:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Natan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelindonesia.net/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Mengamati perkembangan Bali khususnya dalam bidang pariwisata sangat menarik, seperti menyelam di laut dimana semakin dalam kita menyelam dan melihat maka semakin banyak yang kita ketahui.

Catatan terpuruknya Bali pasca bom Bali sampai ketenaran Bali menjadi sebuah fenomena yang unik yang terjadi di pulau Seribu Pura ini.
Saya sering mengatakan kepada teman expatiate dan teman yang ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengamati perkembangan Bali khususnya dalam bidang pariwisata sangat menarik, seperti menyelam di laut dimana semakin dalam kita menyelam dan melihat maka semakin banyak yang kita ketahui.</p>
<p><span id="more-20"></span></p>
<p>Catatan terpuruknya Bali pasca bom Bali sampai ketenaran Bali menjadi sebuah fenomena yang unik yang terjadi di pulau Seribu Pura ini.</p>
<p>Saya sering mengatakan kepada teman expatiate dan teman yang ada di Bali, bahwa dari kebiasaan berbusana adat Bali sampai &#8220;pelinggih dugul&#8221; yang ada di sawah merupakan daya tarik Bali . Pengamatan yang lebih mendalam membawa kita kepada fenomena dimana ada satu kesan recovery Bali yang jarang disebut. Mereka adalah para expatriat yang ada di Bali.</p>
<p>Motivasi mereka datang ke Bali adalah sangat beragam seperti Mr. Morinnos seorang pemilik café, ron parson seorang aktifis sosial, mark cherry seorang penulis, Vincent dan matt seorang pebisnis dan banyak lagi yang lainnya menyatakan kepada saya bahwa kecenderungan mereka terhadap Bali tertarik baik dari cara hidup dan yang paling menarik adalah hospitality/ keramahan yang Bali yang tidak dimiliki wisata lain.</p>
<p>Beberapa pengusaha Bali juga amat flexible mengikuti trend pasar yang ada dan selalu memberikan kreasi baru dan membawa trend besar di dunia (trend setter) khususnya dari segi handcraft sampai architecture.</p>
<p>Tentunya peran expatriat dalam hal ini tidak dapat dipisahkan dari perkembangan positif Bali. Catatan recovery Bali pasca bom juga tidak lepas dari peran mereka yaitu dimana mereka mempunyai investasi sosial ekonomi dan lain-lain. Dukungan expatriat demi pemberdayaan masyarkat, intelektual dan investasi financial yang mereka berikan.</p>
<p>Perlu kiranya melihat fenomena ini menjadi suatu hal yang saling terkait antara satu dengan yang lain dimana para expatriate sebagai penyumbang devisa secara langsung. Dan secara langsung melakukan investasi social dengan cara mendidik masyarkat menjadi lebih professional dengan cara membuka usaha secara individu yang berskala kecil, menengah dan skala besar.</p>
<p>Contoh kongkrit dari pada campur tangan expatriate ada dalam beberapa jalur investasi pariwisata antara lain (jasa, restoran dan investasi property).</p>
<p>Dari beberapa sector ini maka Bali telah mengadopsi &#8220;Standarisasi internasional&#8221; secara tidak langsung. Hal ini terlihat dari peningkatan SDM, trend bangunan, IT dan beberapa sector lain.</p>
<p>Sebagai pemerhati pariwisata, investor pariwisata dan pengamat pariwisata maka hubungan expatriate dengan kita dalam bidang pariwisata perlu dibina dengan baik, tentunya dengan memperhatikan pula efek positif dan negative yang ditimbulkan. Minimum mengetahui dalil investasi private villa yang memberdayakan 4-5 karyawan yang ekuivalen dengan penghasilan 50 are tanah sawah produktif tanpa menghilangkan sawah sebagai salah satu daya tarik Bali dan penunjang Bali dari segi pertanian.</p>
<p>Oleh <strong>I Made Ariawan SST.par.MBA</strong><br />
PELAKU DAN PENGAMAT PARIWISATA</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelindonesia.net/pariwisata/expatriate-bali-sparing-partner-yang-setia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

